Fungsi mata sebagai
panca indera memang sangat penting apalagi bagi seorang anak. Namun gaya hidup
orang dewasa kini dengan segala aktifitasnya seringkali membawa pengaruh buruk
terhadap anak, termasuk kesehatan matanya. Mata anak sangat
berbeda dengan mata orang dewasa. Mata anak bukanlah maniatur dari mata orang
dewasa. Mata anak terus berkembang hingga dewasa. Semua kelainan yang timbul
pada mata anak akan dapat berlanjut hingga dewasa. Seringkali orang tua juga kurang
mampun mendeteksi keluhan penglihatan anak. Alhasil jumlah anak yang terpaksa menggunakan
kaca matapun semakin banyak. Hal ini sebetulnya bisa dicegah asalkan orangtua
mau mengenal indikasi sederhana gangguan mata anak. Adapun langkah-langkah
sederhana yang bisa ditempuh untuk mengenali indikasi-indikasi tersebut antara
lain:
1. Orangtua haruslas
mengetahui gangguan mata pada anak. Umumnya gangguan mata pada anak yang
berumur di bawah 1 tahun bersifat bawaan. Misalnya rabun jauh, infeksi
konjungitifits dan lain sebagainya. Bila di dalam keluarga ayah dan ibu
menggunakan kacamata jauh, maka ada kemungkinana mata sang anak akan mengalami
gangguan mata yang sama. Beberapa kasus juga terjadi karena bayi lahir permatur
sehingga menyebabkan pembuluh darah pada mata tidak semupurna. Sedangkan pada
usia lanjut, masalah mata terjadi akibat penyakit atau gangguan
perkembangan,misalnya mata juling, tumor ganas pada mata, yang paling umum
terjadi adalah Ambliopia atau kurangnya ketajaman visual.
2. Orangtua harus dapat
mengenali gejala awal sakit mata. Sistem visual anak normalnya berkembang
sangat pesat pada 18 bulan pertama yang menjadi sempurna pada usia 5 tahun dan
6 tahun. Idealnya seorang bayi pada saat lahir dapat melihat terang dan gelap. Bayi
yang penglihatannya normal juga mampu merespon wajah seseorang terutama wajah
ibunya. Perlu pengamatan lebih jauh untuk mendekteksi gangguan mata ada bayi. Untuk
itu sebaiknya berkonsultasi pada dokterspesialis mata.
Deteksi memasuki usia
sekolah lebih mudah. Anak dengan gangguan mata biasanya mengeluhkan tidak mampu
melihat benda jarak jauh, menyipitkan mata pada saat melihat benda jauh dan
sulit membaca huruf kecil.
3. Hilangkan kebiasaan
buruk yang merusak mata. Meskipun terdengar sepele, namun beberapa kebiasaan
sehari-hari anak ternyata bisa memicu gangguan pada matanya. Misalnya, menonton
TV terlalu dekat, membaca sambil tidur, membaca tanpa penerangan cukup,
menyipitkan mata, kurang konsumsi buah dan sayur. Sebisa mungkin mengurangi
kontak ganget dengan anak. Selalu ingatkan anak jika mereka menonton TV terlalu
dekat. Orang tua juga harus memeriksa kekekuatan lampu di ruang anak, usahakan
minimal 40 – 60 watt.
4. Konsumsi suplemen
alami untuk anak. Cara termudah menangkal penyakit mata pada anak adalah dengan
mengkonsumsi makanan-makanan yang berkhasiat untuk mata. Antara lain wortel,
kacang-kacangan, alpukat, coklat hitam, sayuran hijau, bawang merah dan telur. Wortl
kaya akan karoten, ant oksidan yang membantu mengurangi resiko kedegenerasi
otot mata. Kacang-kacangan mengandung vit E yang dapat mencegah katarak.
Alpukat mengandung lutenin yang baik untuk mata. Ikan banyak mengandung asam
lemak esensial yang membuat otot mata selalu dalam kondisi baik. Coklat hitam
mengandung kakao extrak yang sangat bermanfaat untuk kornea mata. Sayuran hijau
mengandung banyak nutrisi untuk mata. Kandungan belerang pada bawang merah
dapat menghasilakn zat kimia bernama glutathione yang dapat melingdungi lensa
mata. Telur mengandung sulfur dan sistein yang baik untuk mata.
No comments:
Post a Comment