Tuesday, June 23, 2015

Menjaga Kesehatan Mata Sang Buah Hati



Fungsi mata sebagai panca indera memang sangat penting apalagi bagi seorang anak. Namun gaya hidup orang dewasa kini dengan segala aktifitasnya seringkali membawa pengaruh buruk terhadap anak, termasuk kesehatan matanya. Mata anak sangat berbeda dengan mata orang dewasa. Mata anak bukanlah maniatur dari mata orang dewasa. Mata anak terus berkembang hingga dewasa. Semua kelainan yang timbul pada mata anak akan dapat berlanjut hingga dewasa. Seringkali orang tua juga kurang mampun mendeteksi keluhan penglihatan anak. Alhasil jumlah anak yang terpaksa menggunakan kaca matapun semakin banyak. Hal ini sebetulnya bisa dicegah asalkan orangtua mau mengenal indikasi sederhana gangguan mata anak. Adapun langkah-langkah sederhana yang bisa ditempuh untuk mengenali indikasi-indikasi tersebut antara lain:

1. Orangtua haruslas mengetahui gangguan mata pada anak. Umumnya gangguan mata pada anak yang berumur di bawah 1 tahun bersifat bawaan. Misalnya rabun jauh, infeksi konjungitifits dan lain sebagainya. Bila di dalam keluarga ayah dan ibu menggunakan kacamata jauh, maka ada kemungkinana mata sang anak akan mengalami gangguan mata yang sama. Beberapa kasus juga terjadi karena bayi lahir permatur sehingga menyebabkan pembuluh darah pada mata tidak semupurna. Sedangkan pada usia lanjut, masalah mata terjadi akibat penyakit atau gangguan perkembangan,misalnya mata juling, tumor ganas pada mata, yang paling umum terjadi adalah Ambliopia atau kurangnya ketajaman visual.

2. Orangtua harus dapat mengenali gejala awal sakit mata. Sistem visual anak normalnya berkembang sangat pesat pada 18 bulan pertama yang menjadi sempurna pada usia 5 tahun dan 6 tahun. Idealnya seorang bayi pada saat lahir dapat melihat terang dan gelap. Bayi yang penglihatannya normal juga mampu merespon wajah seseorang terutama wajah ibunya. Perlu pengamatan lebih jauh untuk mendekteksi gangguan mata ada bayi. Untuk itu sebaiknya berkonsultasi pada dokterspesialis mata.
Deteksi memasuki usia sekolah lebih mudah. Anak dengan gangguan mata biasanya mengeluhkan tidak mampu melihat benda jarak jauh, menyipitkan mata pada saat melihat benda jauh dan sulit membaca huruf kecil. 

3. Hilangkan kebiasaan buruk yang merusak mata. Meskipun terdengar sepele, namun beberapa kebiasaan sehari-hari anak ternyata bisa memicu gangguan pada matanya. Misalnya, menonton TV terlalu dekat, membaca sambil tidur, membaca tanpa penerangan cukup, menyipitkan mata, kurang konsumsi buah dan sayur. Sebisa mungkin mengurangi kontak ganget dengan anak. Selalu ingatkan anak jika mereka menonton TV terlalu dekat. Orang tua juga harus memeriksa kekekuatan lampu di ruang anak, usahakan minimal 40 – 60 watt.

4. Konsumsi suplemen alami untuk anak. Cara termudah menangkal penyakit mata pada anak adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang berkhasiat untuk mata. Antara lain wortel, kacang-kacangan, alpukat, coklat hitam, sayuran hijau, bawang merah dan telur. Wortl kaya akan karoten, ant oksidan yang membantu mengurangi resiko kedegenerasi otot mata. Kacang-kacangan mengandung vit E yang dapat mencegah katarak. Alpukat mengandung lutenin yang baik untuk mata. Ikan banyak mengandung asam lemak esensial yang membuat otot mata selalu dalam kondisi baik. Coklat hitam mengandung kakao extrak yang sangat bermanfaat untuk kornea mata. Sayuran hijau mengandung banyak nutrisi untuk mata. Kandungan belerang pada bawang merah dapat menghasilakn zat kimia bernama glutathione yang dapat melingdungi lensa mata. Telur mengandung sulfur dan sistein yang baik untuk mata.

No comments:

Post a Comment